Coffee is to wake up,
coffee is to work with,
coffee is to live with,
coffee is life. – Tim Pasons
Momen jatuh cinta saya pada kopi terjadi pada tahun 2005 saat diajak mencicipi kopi tanpa gula, atau yang disebut dengan black coffee. Ternyata kopi tidak cuma pahit tapi banyak banget spektrum rasa yang menarik. Saya tertarik dgn kopi karena rasanya tidak pernah sama. Kopi benar-benar menyerap karakter dirinya, di mana dan bagaimana kondisi lingkungan dia tumbuh, bagaimana dia dirawat, karena semua itu membuat tiap kopi berbeda.
Pernah mencicipi sekian banyak jenis kopi, saya tidak pernah merasa bosan ngopi. Buat saya, kopi itu lebih penting kapan, di mana, dan dengan siapa saya minum. Ketika seseorang sedang senang, semua akan terasa indah begitu pula sebaliknya.
Bagi saya, kopi merupakan salah satu cara Tuhan memberi tahu bahwa hidup dan alam begitu indah, dan segala sesuatu pasti punya perbedaan. Dari kopi saya belajar tentang manusia, alam dan paling tidak bisa diajak ke berbagai daerah tanpa meninggalkan tempat duduk karena membayangkan kondisi lingkungan dimana kopi yang saya minum itu tumbuh.


aduh… kalo saya anti kopi boss…..
badan nggak tahan sama kafein…
but… ada sebuah cerita cinta yg menarik…. ttg kopi dan cangkir….
intinya…. buat apa meributkan cangkir… bukankah yang kita nikmati adalah cita rasa kopinya…..
you got to know what is the real happiness for you… is it content or context……
atau mungkin bahasa nlp-nya… is it context base or meaning base….
wkwkwkwkkwkwkwk…. ribet ya…. masih enak minum teh ternyata buat gw…