“The secret of happiness, you see, is not found in seeking more, but in developing the capacity to enjoy less.” – Socrates
Minimalism dapat diringkas menjadi satu kalimat, “learn to love less.”
Ketika kita fokus pada menikmati sesuatu yg lebih sedikit, kita fokus untuk sepenuhnya menikmatinya. Kita belajar untuk puas dengan sesuatu yang lebih sedikit. Batas kebahagiaan kita hanya pada bagaimana kita dapat belajar untuk menikmati sesuatu yang lebih sedikit.
Dalam bahasa sederhananya, “Ketika kita membuang semua barang kita, kita membebaskan diri kita untuk melakukan apapun.”
Dan kongkretnya:
- Stop membeli yang tidak perlu.
- Buang setengah barang kita, belajar tentang “contentedness” (menjadi puas).
- Buang setengahnya lagi.
- Daftarkan 4 hal yang esensiil dalam hidup kita, lakukan ini dulu, stop melakukan yang tidak esensiil.
- Singkirkan hal yang bisa menganggu perhatian kita, fokus pada setiap momen.
- Let “go of attachment to doing”, having more.

hmm….. yoga for life….
applicable in everywhere…..
in other word…. share… and you will get more….